Oleh : Nunuh Nugraha, Dina Angraini, dan Mustofa

Air merupakan zat yang paling penting dalam kehidupan. Banyaknya keperluan air bersih terutama air untuk minum, meningkatkan permintaan terhadap air minum kemasan. Pengadaan air bersih untuk keperluan air minum, harus memenuhi persyaratan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah. Air minum aman bagi kesehatan apabila memenuhi persyaratan secara fisika, mikrobiologi, kimia, dan radioaktif. Parameter wajib penentuan kualitas air minum secara mikrobiologi adalah total bakteri Coliform dan Escherichia coli. Penentuan kualitas air secara mikrobiologi dilakukan dengan Most Probable Number Test. Jika di dalam 100 ml sampel air didapatkan sel bakteri Coliform memungkinkan terjadinya diare dan gangguan pencernaan lain.
Saat ini untuk mendeteksi bakteri pada air siap minum memerlukan waktu yang cukup lama dan diperlukan uji di laboratorium, menurut ketiga mahasiswa Kimia Institut Pertanian Bogor (IPB). Menurut mereka diperlukan alat yang lebih efektif dan efisien untuk mendeteksi bakteri pada air minum. Mereka membuat rancangan inovasi alat portabel untuk mendeteksi bakteri yang ada di air minum, dengan nama AJDEKTRI. Inovasi ini diikutsertakan dalam ajang Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang diselenggarakan oleh Kemristekdikti. Pengembangan alat ini dibimbing oleh Dr. Eti Rohaeti, MS dan Rudi Heryanto, M.Si.
Menurut Nunuh alat yang mereka rancang memiliki kelebihan, yaitu lebih praktis karena berupa portabel yang dapat dibawa kemana-mana dan harga yang lebih murah. Prinsip kerja alat ini adalah mendeteksi bakteri dengan prinsip fluoresens. Alat ini juga menggunakan perangkat lunak Spectral Workbench yang digunakan untuk menganalisis bakteri yang ada di sampel air minum. Alat ini diharapkan dapat membantu lembaga-lembaga pelayanan masyarakat untuk memerika kualitas air minum di masyarakat, jelasnya.